Program Viual Basic
Menggunakan Statement IF Then dan Select Case
Program yang saya buat ini ceritanya Program untuk melihat nama dokter beserta jadwal prakteknya. :D
Komponen-komponen yang terdapat pada Formnya yaitu 11 Label, 2 TextBox, dan 3 Command Button (OK, CLEAR, dan EXIT)
Langsung saja, tampilan formnya setelah dapat di running sebagai berikut :
Program IF Then dan Select Case Pada Visual Basic
04.38 |
Codingannya sebagai berikut :
Untuk Command OK
Private Sub Command1_Click()
intPilihan = Text1.Text
Label11.Caption = Pilihan
If Text1.Text = 1 Then
Label11.Caption = "Senin, Rabu, dan Jumat Jam 10.00-15.00"
End If
If Text1.Text = 2 Then
Label11.Caption = "Selasa, Kamis, dan Sabtu Jam 08.30-14.30"
End If
If Text1.Text = 3 Then
Label11.Caption = "Senin dan Rabu Jam 09.00-1600"
End If
If Text1.Text = 4 Then
Label11.Caption = "Selasa dan Kamis Jam 08.00-14.00"
End If
If Text1.Text = 5 Then
Label11.Caption = "Kamis, Jumat, dan Sabtu Jam 09.30-15.00"
End If
If Text1.Text = 6 Then
Label11.Caption = "Jumat dan Sabtu Jam 10.00-15.30"
End If
End Sub
Untuk Command CLEAR
Private Sub Command3_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Label11.Caption = ""
End Sub
Untuk Command EXIT
Private Sub Command2_Click()
Unload Me
MsgBox "Anda Yakin Ingin Keluar?", vbYesNoCancel, "Header"
End Sub
Pada Text1 (TextBox untuk mengisi "Pilihan Anda"), isikan dengan Codingan dibawah ini, untuk menampilkan nama dokter :
Private Sub Text1_Change()
Dim Pilihan As Integer
intPilihan = Text1.Text
Select Case intPilihan
Case 1: Text2.Text = "dr. Rizma Nadira sp.PD."
Case 2: Text2.Text = "dr. Hidayat Syafi'i sp.PS."
Case 3: Text2.Text = "dr. Gie Fransisco sp.OG."
Case 4: Text2.Text = "dr. Indira Shinaa sp.M."
Case 5: Text2.Text = "dr. Sultan Ghani sp.KK."
Case 6: Text2.Text = "dr. Kiesha Ananda sp.B"
End Select
End Sub
Selamat Belajar dan Selamat Mencoba :)
_Semoga Bermanfaat_
Read User's Comments(0)
Program Sederhana Visual Basic 6.0 (Enterprise Edition)
22.38 |
PROGRAM SEDERHANA PADA VISUAL BASIC
Program Bilangan
Program bilangan ini dapat dikatakan sederhana, dapat dilihat dari tampilan formnya yg sederhana/simple. Komponen-komponen yang terdapat pada formnya yaitu 3 Label, 1 TextBox, 1 Frame dan 2 CommandButton. Dan kodingannya pun tidak terlalu panjang.
Tampilan form :
Codingan :
_Semoga Bermanfaat_
Algoritma dan Pemrograman 1C, (Dosen : Mita Lailasari)
06.06 |
Label:
Materi-Materi Kuliah
BAB
V
Abstraksi
dan Generalisasi
Abstraksi
Abstraksi adalah deskripsi dari suatu
masalah pada level generalisasi tertentu, sehingga memungkinkan kita untuk
berkonsentrasi pada aspek kunci dari masalah tersebut tanpa memperhatikan
hal-hal detail.
Abstraksi
dapat membantu kita untuk fokus pada hal-hal penting dari suatu masalah.
Abstraksi
melibatkan pengidentifikasian kelas-kelas (classes) dari suatu object, sehingga
memungkinkan kita menggroupkannya. Dengan cara tersebut kita bekerja dengan
sedikit parameter/variabel dari kelas-kelas yang ditinjau.
Contoh :
- Monitoring : berbagai macam sistem monitoring
- Ban sepeda : sepeda balap, sepeda gunung
- Mobil : sedan, jeep, wagon, truk, dll
Tingkatan
Abstraksi
·
Abstraksi Fungsional
Komponen mengimplementasikan satu fungsi, misalnya fungsi
matematika. Pada intinya interface merupakan fungsi itu sendiri.
·
Pengelompokkan Kasual
Komponen
merupakan sekumpulan entitas yang berhubungan longgar (loosely related) yang
mungkin berupa deklarasi data, fungsi, dsb. Interface terdiri dari nama semua
entitas pada pengelompokan tersebut.
·
Abstraksi Data
Komponen merepresentasikan abstraksi data atau kelas
perangkat lunak bahasa berorientasi obyek. Interface terdiri dari
operasi untuk membuat, memodifikasi dan mengakses abstraksi data.
·
Abstraksi Cluster
Komponen merupakan sekumpulan kelas yang berhubungan yang
bekerja sama. Kelas-kelas ini kadang-kadang dinamakan kerangka kerja. Interface
merupakan komposisi semua interface dari obyek-obyek yang membangun kerangka
kerja tersebut.
·
Abstraksi System
Komponen
merupakan system yang sepenuhnya berdiri sendiri. Pemakaian ulang abstraksi
tingkat system kadangkala disebut pemakaian ulang produk cost. Interface adalah
apa yang disebut API (Aplication Programming Interface) yang didefinisikan
untuk memungkinkan program mengakses command dan operasi.
Generalisasi
Generalisasi adalah perluasan suatu
aplikasi yang meliputi suatu daerah obyek yang lebih besar dengan jenis yang
berbeda atau jenis yang sama.
Binding
·
Attribute : nilai internal atau data
terkait pada suatu obyek yang menunjukkan ciri-ciri atau sifat-sifat dari obyek
serta penggambaran keadaan (state) obyek
Contoh :
Nama obyek : mobil
Attribute :
Merek : Toyota
Silinder : 2000 cc
Warna : merah
Status : baru / jalan
Tahun : 2006
·
Binding : Pengaturan nilai attribute
·
Descriptor : informasi attribute yang
diisikan dalam tempat penyimpanan untuk setiap entitas
Binding merupakan pusat dari konsep
definisi semantik bahasa pemrograman.
Bahasa pemrograman berbeda satu dengan yang
lainnya karena :
- perbedaan jumlah
entitas yang dapat ditangani
- jumlah attribute yang dapat ditempelkan ke entitas yang
dapat ditangani
- waktu kemunculan binding (binding time)
- stabilitas binding (binding yang sudah terbentuk bersifat
tetap atau dapat dimodifikasi)
Jenis
Binding
Ada dua tipe / jenis binding bila dilihat
dari kontrol yang digunakan untuk binding data, yaitu :
- Simple Binding
- Complex Binding
Jika dilihat dari sisi waktu pengikatan
data (binding) dapat dibedakan lagi ke dalam dua jenis, yaitu :
- Early Binding
- Late Binding
Contoh Binding
- Language definition time binding
Dalam
banyak bahasa pemrograman (Fortran, ADA, C++), tipe “integer” di-binding-kan
pada waktu pendeteksian bahasa untuk operasi matematika yang sudah umum,
misalnya untuk operasi aljabar yang menghasilkan dan memanipulasi “integer”.
- Language implementation time binding
Dalam
banyak bahasa pemrograman (Fortran, ADA, C++) suatu kumpulan nilai di-binding
ke tipe integer pada waktu implementasi bahasa. Pada saat pendefinisian bahasa,
tipe integer harus didukung dan implementasi bahasa mem-binding-kan ke
representasi memori, yang kemudian menentukan sekumpulan nilai yang akan
diisikan ke dalam tipe tersebut.
- Compile-time (Translation-time) binding
Pascal
mempunyai fasilitas definisi predefine dari tipe “integer”, tetapi mengizinkan
programmer untuk mendefinisikan ulang tipe ini. Dengan demikian, tipe “integer”
di-binding-kan sebagai gambaran pada waktu impementasi bahasa, tetapi binding
ini dapat dimodifikasi pada saat translation time.
- Execution-time (Run-time) binding
Pada
banyak bahasa pemrograman, variabel di-binding-kan ke suatu nilai pada saat
execution time, dan binding dapat dimodifikasi berulang-ulang selama eksekusi.
Enkapsulasi
- Pengkapsulan berarti mengemas beberapa item bersama-sama
menjadi satu unit yang tertutup dalam rangka menyembunyikan struktur
internal suatu obyek dari lingkungan/dunia luar
- Pengkapsulan sering dianggap sebagai “penyembunyian
informasi”
- Setiap kelas hanya menampakkan interface yang diperlukan
untuk berkomunikasi dengan dunia luar melalui message dan menyembunyikan
(encapsulating)/implementasi aktual di dalam kelas.
- Kita hanya membutuhkan pemahaman tentang interface
(method), tidak perlu paham tentang internalnya(implementation)
- Pengkapsulan merupakan kemampuan sebuah obyek kelas untuk membatasi
akses client ke representasi internal obyek (data dan fungsi)
Prinsip
Generalisasi
Prinsip
generalisasi adalah suatu bentuk umum dari suatu kesatuan yang khusus.
Contoh
:
Lamda p.B’
Dimana lambda menyatakan suatu abstrak
yang menandakan generalisasi B jika p dipanggil oleh suatu parameter B’
Prinsip
generalisasi tergantung pada prinsip analogi.
Generalisasi dan abstrak sering digunakan
bersam-sama. Abstrak digeneralisasi dengan parameterisasi untuk mendapatkan
manfaat yang lebih besar. Di dalam parameterisasi atau lebih bagian dari satu
kesatuan dapat digantikan dengan suatu nama baru.
Nama yang digunakan sebagai suatu
paramenter ketika abstrak yang telah diparamenterkan dilibatkan dengan suatu
binding parameter disebt argumentasi.
Prinsip
Analogi
Prinsip
analogi ada ketika suatu penyelesaian pada pola diantara 2 obyek yang berbeda.
Dimana obyek dapat digantikan dengan obyek tunggal yang parameterized untuk
melakukan rekonstruksi yang menyangkut obyek yang asli.
Prinsip Parameterisasi
Prinsip parameterisasi adalah suatu
parameter yang secara umum mungkin berasal dari beberapa domain. Istilah
parameter formal dan parameter nyata sering disebut dengan argumentasi.
Substitusi
Kegunaan
abstraksi dan generalisasi tergantung pada substitusi
Prinsip Korespondensi
Prinsip korespondensi adalah suatu
formalitas yang menyangkut aspek/pengarahan prinsip abstrak yang mengandung
substitusi dan definisi yang saling terkait.
Struktur Block
- Block merupakan suatu bagian dari scope-defining bahasa
pemrograman. Artinya, Block merupakan suatu definisi wilayah bagian bahasa
pemrograman
- Block merupakan urutan dari statement yang executable yang
diperlakukan sebagai suatu unit
Block disebut subprogram atau routine
dikebanyakan bahasa pemrograman.
Struktur Block dari suatu bahasa
pemrograman :
Program main;
--deklarasi lokal Main;
Procedure Subpro1;
---deklarasi lokal Subpro1;
Procedure Subpro3;
---deklarasi lokal Subpro3;
Procedure Subpro4;
---deklarasi lokal Subpro4;
Begin
--Statement untuk Subprog1;
End Subprog1;
Procedure Subprog2;
--Deklarasi lokal Subprog2;
Begin
--statemen untuk Subpro2;
End Subprog2;
Begin
--statemen untuk main;
End main
Aturan Cakupan :
- Dynamic Scope
Suatu
subprogram yang didefinisikan di satu tempat dalam suatu program dan dapat
dipanggil dari lingkungan yang berbeda (lingkungan dimana subprogram tersebut
tidak didefinisikan)
- Static Scope
Subprogram
dipanggil dari lingkungan tempat subprogram tersebut didefinisikan
Lingkungan
Lingkungan lokal suatu subprogram Q terdiri
atas bermacam-macam identifier yang dideklarasikan di bagian atas dari
subprogram Q.
Nama, variabel, nama parameter formal, dan
nama subprogram diperhatikan disini. Nama subprogram disini merupakan nama
subprogram yang didefinisikan secara lokal di dalam subprogram Q (nested
subprogram).
Konsep Sistem Informasi (KSI) Semester 2, (Dosen : Jeje, SKom, MMSI)
06.00 |
Label:
Materi-Materi Kuliah
PENGENALAN DAN INSTALASI ELEMEN DBASE
A.
Peralatan yang Dibutuhkan
Untuk menjalankan sistem dBASE IV
versi 1.5 diperlukan software dan hardware penunjangnya. Tanpa peralatan tsb,
maka sistem ini tidak akan bekerja.
Peralatan hardware yang diperlukan berupa:
1.
IBM
PC, AT atau kompatibelnya.
2.
Sistem
dBASE IV memerlukan 4MB media fixed disk
3.
RAM
sebesar 640KB dengan 450KB yang tersisa.
Peralatan software yang dibutuhkan:
1.
Sistem
operasi DOS Versi 2.1 ke atas
2.
Jika
sistem dBASE IV dijalankan dalam bentuk multi-user pada LAN maka diperlukan
Novell Netware V2.2 atau V3.11.
B.
Instalasi Sistem
Instalasi sistem dilakukan dengan
cara sbb:
1.
Aktifkan
komputer dan software yang bersangkutan
2.
Masukkan
disket #1 (Install Disk) pada disk drive A.
3.
Pada
saat DOS Prompt, aktifkan disk drive A dengan mengetik A: lalu tekan ENTER.
4.
Ketik
INSTALL lalu tekan ENTER untuk mengawali proses instalasi
5.
Pilihan
instalasi yang berupa:
a.
QUICK
untuk instalasi sistem dengan fasilitas penuh untuk single-user (pemakai
tunggal)
b.
FULL
untuk instalasi sistem dengan fasilitas penuh untuk single-user atau multi-user
c.
MENU-DRIVEN
untuk instalasi sistem dengan memilih fasilitas yang disediakan pada pilihan
FULL.
6.
Pilihan
MENU-DRIVEN akan memunculkan baris menu sbb:
Install
yang berisi pilihan:
a.
Install
dBASE IV untuk melanjutkan proses instalasi.
b.
Transfer
other files untuk melanjutkan proses instalasi seperti transfer file contoh,
file tutorial dsb. Transfer file tersebut merupakan kelanjutan instalasi sistem
sebelumnya yaitu untuk pelengkap dari sistem dBASE IV.
c.
Uninstall
dBASE IV untuk membatalkan instalasi yang pernah dilakukan.
DOS
yang berisi pilihan:
a.
Perform
DOS Command untuk melakukan proses DOS dari program instalasi saat itu.
b.
Go
to DOS untuk mengaktifkan sistem operasi DOS tanpa perlu mengakhiri proses
instalasi. Dari DOS, ketik EXIT lalu tekan ENTER untuk kembali ke proses
instalasi.
c.
Set
Default drive: directory untuk menentukan lokasi disk drive dan directory yang
akan dipakai sebagai sumber proses instalasi.
EXIT
untuk keluar dari proses instalasi (membatalkan permintaan untuk instalasi
sistem) dan kembali ke DOS.
7.
Jika
pilihan Install dBASE IV pada menu install, maka akan menampilkan pilihan
berikutnya:
a.
Single-user
untuk instalasi sistem dengan pemakai tunggal pada standalone komputer.
b.
Multi-user
untuk instalasi sistem dengan pemakai ganda pada LAN.
8.
Berikutnya
sistem akan menanyakan lokasi instalasi. Contoh : ketik C:\DBASE
9.
Lalu
sistem akan menanyakan lokasi sistem file SQL. Contoh : C:\DBASE\SQLHOME
10. Lalu sistem menanyakan warna tampilan
monitor. Tujuannya ialah untuk menentukan jenis monitor yang akan dipakai oleh
sistem.
11. Beberapa saat kemudian sistem akan
menampilkan bagian pendaftaran software. Isi bagian:
a. User Name: nama anda
b.
Company
Nama: nama perusahaan anda
c. Serial Number: nomor seri dari
software dBASE IV yang anda pakai.
Sesudah
mengisi ketiga bagian tersebut, tekan Ctrl-End untuk melanjutkan proses
instalasi atau tekan ESC untuk membatalkannya.
12. Setelah proses transfer file, sistem
akan meminta anda untuk menukar disket #1 dengan disket #2 (System Disk #1)
lalu dengan disket #3 (System Disk #2)
13. Jika sebelumnya anda memilih jenis
multi-user, maka anda harus:
a.
Add
user untuk menambah pemakai pada lingkungan LAN
b. Skip untuk melanjutkan proses
Tekan ENTER untuk melanjutkan proses.
14. Selanjutnya anda dapat memilih bagian
Transfer Other Files yang ada di menu Install berupa:
a.
Sample
files untuk instalasi file contoh dari sistem dBASE IV.
b.
Tutorial
files untuk instalasi file petunjuk singkat pemakaian sistem dBASE IV.
c.
DBASE
Template Language Toolkit untuk instalasi file kerangka sistem dBASE IV dalam
hal ini berupa alat bantu pemrograman sistem.
d.
Autoexec.bat
untuk modifikasi file AUTOEXEC.BAT agar siap untuk pemakaian dBASE IV dalam hal
pelacakan file di lokasi disk dan directory lokasi sistem berada.
e. Config.sys untuk modifikasi
konfigurasi sistem DOS agar siap untuk memakai sistem dBASE IV.
Pada
saat instalasi fasilitas tambahan tersebut, sistem akan meminta anda disket #4
(Sample, Templates & Tutorial Disk)
15. Pilih menu EXIT untuk mengakhiri
proses instalasi.
C. Memakai
Sistem
Untuk
memakai sistem dBASE IV, pertama aktifkan disk dan directory lokasi sistem
ditempatkan. Misalnya, lokasi sistem berada di fixed disk drive C : di
directory dBASE. Untuk mengaktifkannya digunakan perintah:
C
: ENTER
C\:
CD DBASE
Setelah
lokasi diaktifkan, ketik DBASE lalu tekan ENTER. Lalu muncul fasilitas Control
Center. Untuk keluar dari fasilitas Control Center tersebut, tekan ESC, lalu
jawab dengan Y (YES). Maka sistem akan menampilkan titik (dikenal dengan
istilah dot prompt) dan cursor (lokasi operator memberi perintah).
Untuk
mengakhiri pemakaian sistem dBASE IV, dari dot prompt, ketik QUIT lalu tekan
ENTER agar sistem ditutup dengan cara normal.
NOTE: anda dapat
menyingkat semua instruksi dan fungsi menjadi lebih ringkas yaitu hanya dengan
memakai empat karakter pertama nama instruksi atau fungsi tersebut. Selain itu
dapat ditulis dalam huruf kecil atau huruf besar.
Contoh :
CLEAR dapat disingkat menjadi CLEA atau clea
D.
Default Disk dan Directory
Untuk memberitahu sistem lokasi disk
yang akan dipakai, gunakan instruksi
set default
to
Contoh :
SET DEFAULT TO A
E.
dBase Sebagai Utility Program dan
Bahasa Program
dBASE adalah salah satu program paket
komputer (Sofwawe Package Program) yang dibuat khusus untuk mengolah data dalam
jumlah besar (banyak) atau biasa disebut dengan Database Program (Relational
Database Management System). Perangkat lunak ini merupakan hasil buah karya
dari Wayne Ratiff dipasarkan pertama kali dengan nama dBASE II. Dbase IV mulai
dipasarkan pada akhir tahun 1988 diciptakan oleh Ashton-Tate dan merupakan
pengembangan dari Dbase II dan dbase III serta dbase III Plus.
dBASE adalah software yang terdiri
dari 2 (dua) bagian:
1.
Utility
program, adalah paket program yang membantu dalam hal pembentukan file,
pengisian data, dan peragaan data yang sudah ada.
2. Bahasa pemrograman seperti bahasa
komputer lainnya.
System requirment, untuk menjalankan dBASE membutuhkan
2 (dua) buah file yaitu dBASE.exe dan dBASE.ovl.
F.
Database
1.
Struktur File Database
Data adalah satu satuan
informasi yang akan diolah, dimana sebelum diolah dikumpulkan di dalam suatu
file database. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis menurut struktur
file database tersebut.
Record adalah data yang
isinya merupakan satu kesatuan seperti Nama, Alamat, Nomor Telepon. Setiap
keterangan yang mencakup Nama, Alamat dan Nomor Telepon dinamakan satu record.
Dan setiap record diberi nomor urut yang disebut nomor record (Record Number).
Ukuran suatu file database ditentukan oleh jumlah record yang tersimpan di dalamnya.
Field adalah sub bagian
dari Record. Dari contoh isi record diatas maka terdiri dari 3 nama field,
yaitu field Nama, field Alamat dan field Nomor Telepon.
Gambar berikut menunjukan sebuah file
DataBase
|
Rec.No 5
Nama :
Alamat :
No_Telp :
|
|
Rec.No 4
Nama : Monica
Alamat :
Raw
No_Telp : 1278
|
|
Rec.No 3
Nama : Eko
P
Alamat :
Rawasari
No_Telp : 123456153
|
|
Rec.No 2
Nama : Monica
Alamat :
No_Telp : 12345678
|
|
Rec.No 1
Nama : Monica
Alamat :
Rawasari Selatan
No_Telp :
12345678
Data.DBF
|
dengan
ketentuan :
Nama File :
Data.DBF
Jumlah Record :
5 buah
Isi Field :
Nama, Alamat, No_Telp
Data : Record No.1
Monica
Rawasari Selatan
12345678
2. Struktur database
Penekanan
pada kegiatan pengolahan data adalah pada kemampuan untuk mengakses data dengan
cepat serta efisien dalam penggunaan secondary storage.
a. Struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
Hubungan antara data membentuk suatu jenjang seperti
pohon. Suatu pohon dibentuk dari beberapa elemen grup data yang berjenjang,
disebut dengan node. Node yang paling atas atau level 1 disebut dengan root,
tiap node dapat bercabang ke node lain. Satu node hanya mempunyai satu orang
tua.
Database terdiri
dari beberapa file
b.
Struktur data jaringan (network data
structure)
Hubungan data sama dengan struktur hirarki,
tetapi untuk setiap node bisa mempunyai lebih dari satu orang tua.
c. Struktur data hubungan (relational data
structure)
Data disusun dalam
bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari kolom (field) dan baris (record).
Hubungan antara record didasarkan pada nilai dari field kunci bukan berdasarkan
alamat atau pointer di dalam record seperti pada strutur pohon dan jaringan.
Referensi:
http://hariyanto.staff.jak-stik.ac.id/files/tutorial-dbase-iv.doc
Konsep Sistem Informasi (KSI) Semester 2, (Dosen : Jeje, SKom, MMSI)
05.57 |
Label:
Materi-Materi Kuliah
MENU, PROGRAM DAN SUBPROGRAM
1. Pemeliharaan File
Pemeliharaan integritas basis data
dalam aplikasi
a.
Sebagai
sarana untuk meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data selalu benar,
konsisten, selalu tersedia. Dapat dilakukan dengan cara:
1.
Pastikan
bahwa nilai-nilai data adalah benar sejak dimasukkan pertama kali
2.
Membuat
program untuk mengecek keabsahan data pada saat dimasukkan ke komputer
b.
Penolakan
atau pembatalan aksi (cancelation)
c.
Pengisian
nilai kosong pada field tertentu (nullify)
d.
Penjalaran
perubahan (cascade)
e.
Integritas
yang harus dijaga:
1.
Integritas
keunikan data, dilakukan melalui:
a. Pendefinisian struktur tabel dengan
membuat indeks primer yang bersifat unik
b. Pengkodean di dalam aplikasi pada
saat pemasukkan atau penambahan data dengan jalan lebih user-friendly
c. Kedua cara (i) dan (ii) diterapkan
bersama-sama
2.
Integritas
domain data, dilakukan melalui:
a. Penetapan tipe data pada setiap field
di dalam tabel
b. Pengisian validation rule dari DBMS
3.
Integritas
referensial (relasi antar tabel)
a. Harus selalu dijaga, karena kesalahan
referensial dapat menimbulkan kesalahan baru dalam basis data
b. Dilakukan pengecekan pada proses
penambahan, pengubahan, dan penghapusan data
4.
Integritas
aturan nyata
a. Sifatnya sangat kasuistis, tidak
berlaku umum. Pada kasus yang berbeda, aturannya bisa berbeda pula
b. Untuk mengakomodasi adanya business
role ini, dengan menyiapkan tabel khusus yang menampung nilai-nilai konstanta
yang dibutuhkan aplikasi pada saat dijalankan yang mudah diubah tanpa
mengakibatkan perubahan aplikasi maupun struktur basis data
2.
Program Tambah, Program Ubah, Program Hapus, Program
Lihat, dan Program Cetak
Contoh Program Menu
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET MENU OFF
SET DELI ON
SET DELI TO ’[ ]’
PUBLIC BLOK
BLOK = REPLICATE(CHR(177),80)
CLEAR
JUDUL = “PROGRAM ISI DATA MAHASISWA “
DO WHILE .T.
PIL = 0
CLEAR
@2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY JUDUL
@ 4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@ 6,20 SAY “ 1. ISI
DATA MAHASISWA”
@ 8,20 SAY “ 2. UBAH
DATA MAHASISWA“
@ 10,20 SAY “3. HAPUS
DATA MAHASISWA”
@ 12,20 SAY “4. CETAK
DATA MAHASISWA”
@ 14,20 SAY “5. SELESAI”
@ 17,20 SAY “PILIHAN ANDA
[1-5] : “GET PIL PICT “99”
READ
DO CASE
CASE PIL=1
DO ISIDAT.PRG
CASE PIL=2
DO UBDAT.PRG
CASE PIL=3
DO HPSDAT.PRG
CASE PIL=4
DO CETAK.PRG
CASE PIL=5
CLOSE DATABASE
EXIT
OTHERWISE
@22,20 SAY “ANDA
SALAH PILIH, ULANGI !”
SET CONSOLE OFF
WAIT
SET CONSOLE ON
@ 22,20 SAY
SPACE(30)
LOOP
ENDCASE
ENDDO
Contoh Program Isi Data
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET DATE BRITISH
USE MAHASISWA INDEX
MAHASISWADX
JUDUL1 = “ISI DATA
MAHASIWA “
DO WHILE .T.
STORE SPACE(15) TO
VNM_SISWA,VALAMAT
STORE SPACE(8) TO
VNO_INDUK
STORE SPACE(10) TO VKOTA
STORE CTOD(“ / / “) TO
VTGL_LAHIR
CLEAR
@ 2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY
JUDUL1
@4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@5,20 SAY “NOMOR INDUK
SISWA : “ GET VNO_INDUK ; PICT “XXXXXXXX”
READ
IF VN0_INDUK = SPACE(8)
RETURN
ENDIF
FIND & VNO_INDUK
IF FOUND()
@22,20 SAY “DATA SUDAH
ADA, TEKAN ENTER”
SET CONS OFF
WAIT
SET CONS ON
LOOP
ENDIF
@ 7,20 SAY “ NAMA MAHASISWA
: “ GET VNM_SISWA PICT “@! ”
@ 9,20 SAY “ TANGGAL
LAHIR : “ GET VTGL_LAHIR ; PICT “XX/XX/XX ”
@ 11,20 SAY “ ALAMAT
MAHASISWA : “GET VALAMAT PICT “@! ”
@ 13,20 SAY “ KOTA : ”
GET VKOTA PICT “@!”
READ
JAWAB = SPACE(2)
@ 17,20 SAY DATA SUDAH
BENAR[Y/T] : “ GET JAWAB PICT “@!”
READ
IF JAWAB =”Y”
* MEMESAN DATA BARU
APPEND BLANK
REPLACE NO_INDUK WITH
VNO_INDUK
REPLACE NM_SISWA WITH
VNM_SISWA
REPLACE TGL_LAHIR WITH
VTGL_LAHIR
REPLACE ALAMAT WITH
VALAMAT
RELPLACE KOTA WITH KOTA
ENDIF
CLEAR GET
JAWAB2=SPACE(2)
@ 17,20 SAY SPACE(40)
@ 17,20 SAY “INGIN ISI
DATA LAGI?[Y/T] : “ GET JAWAB2 PICT “@!”
READ
IF JAWAB2= “T”
EXIT
ENDIF
@ 17,20 SAY SPACE(40)
ENDDO
RETURN
Contoh Program Ubah Data
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET DATE BRITISH
USE MAHASISWA INDEX
MAHASISWADX
JUDUL2 = “UBAH DATA
MAHASIWA “
DO WHILE .T.
STORE SPACE(15) TO
VNM_SISWA,VALAMAT
STORE SPACE(8) TO
VNO_INDUK
STORE SPACE(10) TO VKOTA
STORE CTOD(“ / / “) TO
VTGL_LAHIR
CLEAR
@ 2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY
JUDUL2
@4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@5,20 SAY “NOMOR INDUK
SISWA : “ GET VNO_INDUK ; PICT “XXXXXXXX”
READ
IF VN0_INDUK = SPACE(8)
RETURN
ENDIF
FIND & VNO_INDUK
IF .NOT. FOUND()
@22,20 SAY “DATA TIDAK
ADA, TEKAN ENTER”
SET CONS OFF
WAIT
SET CONS ON
LOOP
ENDIF
STORE NM_SISWA TO VNM_SISWA
STORE TGL_LAHIR TO
VTGL_LAHIR
STORE ALAMAT TO VALAMAT
STORE KOTA TO VKOTA
@ 7,20 SAY “ NAMA
MAHASISWA : “ GET VNM_SISWA PICT “@! ”
@ 9,20 SAY “ TANGGAL
LAHIR : “ GET VTGL_LAHIR ; PICT “XX/XX/XX ”
@ 11,20 SAY “ ALAMAT
MAHASISWA : “GET VALAMAT PICT “@! ”
@ 13,20 SAY “ KOTA : ”
GET VKOTA PICT “@!”
READ
JAWAB = SPACE(2)
@ 17,20 SAY DATA SUDAH
BENAR[Y/T] : “ GET JAWAB PICT “@!”
READ
IF JAWAB =”Y”
REPLACE NO_INDUK WITH
VNO_INDUK
REPLACE NM_SISWA WITH
VNM_SISWA
REPLACE TGL_LAHIR WITH
VTGL_LAHIR
REPLACE ALAMAT WITH
VALAMAT
RELPLACE KOTA WITH KOTA
ENDIF
CLEAR GET
JAWAB2=SPACE(2)
@ 17,20 SAY SPACE(40)
@ 17,20 SAY “INGIN UBAH
DATA LAGI?[Y/T] : “ GET JAWAB2 PICT “@!”
READ
IF JAWAB2= “T”
EXIT
ENDIF
@ 17,20 SAY SPACE(40)
ENDDO
RETURN
Contoh Program Hapus Data
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET DATE BRITISH
USE MAHASISWA INDEX
MAHASISWADX
JUDUL3 = “HAPUS DATA
MAHASIWA “
DO WHILE .T.
STORE SPACE(15) TO
VNM_SISWA,VALAMAT
STORE SPACE(8) TO
VNO_INDUK
STORE SPACE(10) TO VKOTA
STORE CTOD(“ / / “) TO
VTGL_LAHIR
CLEAR
@ 2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY
JUDUL2
@4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@5,20 SAY “NOMOR INDUK
SISWA : “ GET VNO_INDUK ; PICT “XXXXXXXX”
READ
IF VN0_INDUK = SPACE(8)
RETURN
ENDIF
FIND & VNO_INDUK
IF .NOT. FOUND()
@22,20 SAY “DATA TIDAK
ADA, TEKAN ENTER”
SET CONS OFF
WAIT
SET CONS ON
LOOP
ENDIF
STORE NM_SISWA TO
VNM_SISWA
STORE TGL_LAHIR TO
VTGL_LAHIR
STORE ALAMAT TO VALAMAT
STORE KOTA TO VKOTA
@ 7,20 SAY “ NAMA
MAHASISWA : “ GET VNM_SISWA PICT “@! ”
@ 9,20 SAY “ TANGGAL
LAHIR : “ GET VTGL_LAHIR ; PICT “XX/XX/XX ”
@ 11,20 SAY “ ALAMAT
MAHASISWA : “GET VALAMAT PICT “@! ”
@ 13,20 SAY “ KOTA : ”
GET VKOTA PICT “@!”
CLEAR GET
JAWAB = SPACE(2)
@ 17,20 SAY DATA AKAN
DIHAPUS[Y/T] : “ GET JAWAB PICT “@!”
READ
IF JAWAB =”Y”
DELETE
ENDIF
CLEAR GET
JAWAB2=SPACE(2)
@ 17,20 SAY SPACE(40)
@ 17,20 SAY “INGIN HAPUS
DATA LAGI?[Y/T] : “ GET JAWAB2 PICT “@!”
READ
IF JAWAB2= “T”
PACK
EXIT
ENDIF
@ 17,20 SAY SPACE(40)
ENDDO
RETURN
Contoh Program Cetak Data
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET DATE BRITISH
USE MAHASISWA INDEX MAHASISWADX
GO TOP
JUDUL4= “CETAK DATA
MAHASIWA “
GARIS = REPLICATE(“-“,80)
CLEAR
DO WHILE .T.
@ 2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY
JUDUL4
@ 4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@ 6,0 SAY GARIS
@ 7,0 SAY “NOMOR NAMA
TANGGAL ALAMAT KOTA”
@ 8,0 SAY “INDUK SISWA
LAHIR”
@ 9,0 SAY GARIS
BARIS=10
@ BARIS,3 SAY NO INDUK
PICT “XXXXXXXX”
@ BARIS,13 SAY
TRIM(NM_SISWA) PICT “@!”
@ BARIS,28 SAY TGL_LAHIR
PICT “XX/XX/XX”
@ BARIS,40 SAY
TRIM(ALAMAT) PICT “@!”
@ BARIS,61SAY TRIM(KOTA)
PICT “@!”
SKIP
IF EOF()
EXIT
ENDIF
BARIS = BARIS + 1
ENDDO
@ BARIS+1,0 SAY GARIS
@ BARIS+2,30 SAY “DATA
HABIS”
SET CONS OFF
WAIT
EXIT
ENDDO
RETURN
OUTPUT :
1. ISI DATA MAHASISWA
2. UBAH DATA MAHASISWA
3. HAPUS DATA MAHASISWA
4. CETAK DATA MAHASISWA
PILIHAN
ANDA[1-5] :
Referensi:
Langganan:
Postingan (Atom)












