Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Program IF Then dan Select Case Pada Visual Basic

Program Viual Basic
Menggunakan Statement IF Then dan Select Case

Program yang saya buat ini ceritanya Program untuk melihat nama dokter beserta jadwal prakteknya. :D
Komponen-komponen yang terdapat pada Formnya yaitu 11 Label, 2 TextBox, dan 3 Command Button (OK, CLEAR, dan EXIT)
Langsung saja, tampilan formnya setelah dapat di running sebagai berikut :




Codingannya sebagai berikut :

Untuk Command OK

Private Sub Command1_Click()
intPilihan = Text1.Text
Label11.Caption = Pilihan
If Text1.Text = 1 Then
Label11.Caption = "Senin, Rabu, dan Jumat Jam 10.00-15.00"
End If
If Text1.Text = 2 Then
Label11.Caption = "Selasa, Kamis, dan Sabtu Jam 08.30-14.30"
End If
If Text1.Text = 3 Then
Label11.Caption = "Senin dan Rabu Jam 09.00-1600"
End If
If Text1.Text = 4 Then
Label11.Caption = "Selasa dan Kamis Jam 08.00-14.00"
End If
If Text1.Text = 5 Then
Label11.Caption = "Kamis, Jumat, dan Sabtu Jam 09.30-15.00"
End If
If Text1.Text = 6 Then
Label11.Caption = "Jumat dan Sabtu Jam 10.00-15.30"
End If
End Sub

Untuk Command CLEAR

Private Sub Command3_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Label11.Caption = ""
End Sub

Untuk Command EXIT

Private Sub Command2_Click()
Unload Me
MsgBox "Anda Yakin Ingin Keluar?", vbYesNoCancel, "Header"
End Sub

Pada Text1 (TextBox untuk mengisi "Pilihan Anda"), isikan dengan Codingan dibawah ini, untuk menampilkan nama dokter :

Private Sub Text1_Change()
Dim Pilihan As Integer
intPilihan = Text1.Text
Select Case intPilihan
Case 1: Text2.Text = "dr. Rizma Nadira sp.PD."
Case 2: Text2.Text = "dr. Hidayat Syafi'i sp.PS."
Case 3: Text2.Text = "dr. Gie Fransisco sp.OG."
Case 4: Text2.Text = "dr. Indira Shinaa sp.M."
Case 5: Text2.Text = "dr. Sultan Ghani sp.KK."
Case 6: Text2.Text = "dr. Kiesha Ananda sp.B"
End Select
End Sub


Selamat Belajar dan Selamat Mencoba :)

_Semoga Bermanfaat_


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Program Sederhana Visual Basic 6.0 (Enterprise Edition)

PROGRAM SEDERHANA PADA VISUAL BASIC

Program Bilangan
Program bilangan ini dapat dikatakan sederhana, dapat dilihat dari tampilan formnya yg sederhana/simple. Komponen-komponen yang terdapat pada formnya yaitu 3 Label, 1 TextBox, 1 Frame dan 2 CommandButton. Dan kodingannya pun tidak terlalu panjang.

Tampilan form :



Codingan :



_Semoga Bermanfaat_

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Algoritma dan Pemrograman 1C, (Dosen : Mita Lailasari)

BAB V
Abstraksi dan Generalisasi


Abstraksi

Abstraksi adalah deskripsi dari suatu masalah pada level generalisasi tertentu, sehingga memungkinkan kita untuk berkonsentrasi pada aspek kunci dari masalah tersebut tanpa memperhatikan hal-hal detail.

Abstraksi dapat membantu kita untuk fokus pada hal-hal penting dari suatu masalah.

Abstraksi melibatkan pengidentifikasian kelas-kelas (classes) dari suatu object, sehingga memungkinkan kita menggroupkannya. Dengan cara tersebut kita bekerja dengan sedikit parameter/variabel dari kelas-kelas yang ditinjau.

Contoh :
  • Monitoring : berbagai macam sistem monitoring
  • Ban sepeda : sepeda balap, sepeda gunung
  • Mobil : sedan, jeep, wagon, truk, dll

Tingkatan Abstraksi

·         Abstraksi Fungsional
Komponen mengimplementasikan satu fungsi, misalnya fungsi matematika. Pada intinya interface merupakan fungsi itu sendiri.

·         Pengelompokkan Kasual
Komponen merupakan sekumpulan entitas yang berhubungan longgar (loosely related) yang mungkin berupa deklarasi data, fungsi, dsb. Interface terdiri dari nama semua entitas pada pengelompokan tersebut.

·         Abstraksi Data
Komponen merepresentasikan abstraksi data atau kelas perangkat lunak bahasa berorientasi obyek. Interface terdiri dari operasi untuk membuat, memodifikasi dan mengakses abstraksi data.

·         Abstraksi Cluster
Komponen merupakan sekumpulan kelas yang berhubungan yang bekerja sama. Kelas-kelas ini kadang-kadang dinamakan kerangka kerja. Interface merupakan komposisi semua interface dari obyek-obyek yang membangun kerangka kerja tersebut.

·         Abstraksi System
Komponen merupakan system yang sepenuhnya berdiri sendiri. Pemakaian ulang abstraksi tingkat system kadangkala disebut pemakaian ulang produk cost. Interface adalah apa yang disebut API (Aplication Programming Interface) yang didefinisikan untuk memungkinkan program mengakses command dan operasi.


Generalisasi

Generalisasi adalah perluasan suatu aplikasi yang meliputi suatu daerah obyek yang lebih besar dengan jenis yang berbeda atau jenis yang sama.

Binding

·         Attribute : nilai internal atau data terkait pada suatu obyek yang menunjukkan ciri-ciri atau sifat-sifat dari obyek serta penggambaran keadaan (state) obyek
Contoh :
     Nama obyek : mobil
     Attribute :
     Merek : Toyota
     Silinder : 2000 cc
     Warna : merah
     Status : baru / jalan
     Tahun : 2006

·         Binding : Pengaturan nilai attribute
·         Descriptor : informasi attribute yang diisikan dalam tempat penyimpanan untuk setiap entitas

Binding merupakan pusat dari konsep definisi semantik bahasa pemrograman.

Bahasa pemrograman berbeda satu dengan yang lainnya karena :
  1. perbedaan jumlah entitas yang dapat ditangani
  2. jumlah attribute yang dapat ditempelkan ke entitas yang dapat ditangani
  3. waktu kemunculan binding (binding time)
  4. stabilitas binding (binding yang sudah terbentuk bersifat tetap atau dapat dimodifikasi)

Jenis Binding

Ada dua tipe / jenis binding bila dilihat dari kontrol yang digunakan untuk binding data, yaitu :
  1. Simple Binding
  2. Complex Binding

Jika dilihat dari sisi waktu pengikatan data (binding) dapat dibedakan lagi ke dalam dua jenis, yaitu :

  1. Early Binding
  2. Late Binding

Contoh Binding

  • Language definition time binding
Dalam banyak bahasa pemrograman (Fortran, ADA, C++), tipe “integer” di-binding-kan pada waktu pendeteksian bahasa untuk operasi matematika yang sudah umum, misalnya untuk operasi aljabar yang menghasilkan dan memanipulasi “integer”.

  • Language implementation time binding
Dalam banyak bahasa pemrograman (Fortran, ADA, C++) suatu kumpulan nilai di-binding ke tipe integer pada waktu implementasi bahasa. Pada saat pendefinisian bahasa, tipe integer harus didukung dan implementasi bahasa mem-binding-kan ke representasi memori, yang kemudian menentukan sekumpulan nilai yang akan diisikan ke dalam tipe tersebut.

  • Compile-time (Translation-time) binding
Pascal mempunyai fasilitas definisi predefine dari tipe “integer”, tetapi mengizinkan programmer untuk mendefinisikan ulang tipe ini. Dengan demikian, tipe “integer” di-binding-kan sebagai gambaran pada waktu impementasi bahasa, tetapi binding ini dapat dimodifikasi pada saat translation time.

  • Execution-time (Run-time) binding
Pada banyak bahasa pemrograman, variabel di-binding-kan ke suatu nilai pada saat execution time, dan binding dapat dimodifikasi berulang-ulang selama eksekusi.

Enkapsulasi

  • Pengkapsulan berarti mengemas beberapa item bersama-sama menjadi satu unit yang tertutup dalam rangka menyembunyikan struktur internal suatu obyek dari lingkungan/dunia luar
  • Pengkapsulan sering dianggap sebagai “penyembunyian informasi”
  • Setiap kelas hanya menampakkan interface yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan dunia luar melalui message dan menyembunyikan (encapsulating)/implementasi aktual di dalam kelas.
  • Kita hanya membutuhkan pemahaman tentang interface (method), tidak perlu paham tentang internalnya(implementation)
  • Pengkapsulan merupakan kemampuan sebuah obyek kelas untuk membatasi akses client ke representasi internal obyek (data dan fungsi)

Prinsip Generalisasi

Prinsip generalisasi adalah suatu bentuk umum dari suatu kesatuan yang khusus.
Contoh :
                   Lamda p.B’
          Dimana lambda menyatakan suatu abstrak yang menandakan generalisasi B jika p dipanggil oleh suatu parameter B’

Prinsip generalisasi tergantung pada prinsip analogi.

Generalisasi dan abstrak sering digunakan bersam-sama. Abstrak digeneralisasi dengan parameterisasi untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar. Di dalam parameterisasi atau lebih bagian dari satu kesatuan dapat digantikan dengan suatu nama baru.

Nama yang digunakan sebagai suatu paramenter ketika abstrak yang telah diparamenterkan dilibatkan dengan suatu binding parameter disebt argumentasi.
Prinsip Analogi

Prinsip analogi ada ketika suatu penyelesaian pada pola diantara 2 obyek yang berbeda. Dimana obyek dapat digantikan dengan obyek tunggal yang parameterized untuk melakukan rekonstruksi yang menyangkut obyek yang asli.

Prinsip Parameterisasi

Prinsip parameterisasi adalah suatu parameter yang secara umum mungkin berasal dari beberapa domain. Istilah parameter formal dan parameter nyata sering disebut dengan argumentasi.

Substitusi

Kegunaan abstraksi dan generalisasi tergantung pada substitusi

Prinsip Korespondensi

Prinsip korespondensi adalah suatu formalitas yang menyangkut aspek/pengarahan prinsip abstrak yang mengandung substitusi dan definisi yang saling terkait.

Struktur Block

  • Block merupakan suatu bagian dari scope-defining bahasa pemrograman. Artinya, Block merupakan suatu definisi wilayah bagian bahasa pemrograman
  • Block merupakan urutan dari statement yang executable yang diperlakukan sebagai suatu unit

Block disebut subprogram atau routine dikebanyakan bahasa pemrograman.

Struktur Block dari suatu bahasa pemrograman :

Program main;
--deklarasi lokal Main;
Procedure Subpro1;
---deklarasi lokal Subpro1;
           Procedure Subpro3;
           ---deklarasi lokal Subpro3;
Procedure Subpro4;
---deklarasi lokal Subpro4;
Begin
--Statement untuk Subprog1;
End Subprog1;
Procedure Subprog2;
--Deklarasi lokal Subprog2;
Begin
--statemen untuk Subpro2;
End Subprog2;
Begin
--statemen untuk main;
End main


Aturan Cakupan :

  1. Dynamic Scope
Suatu subprogram yang didefinisikan di satu tempat dalam suatu program dan dapat dipanggil dari lingkungan yang berbeda (lingkungan dimana subprogram tersebut tidak didefinisikan)
  1. Static Scope
Subprogram dipanggil dari lingkungan tempat subprogram tersebut didefinisikan

Lingkungan

Lingkungan lokal suatu subprogram Q terdiri atas bermacam-macam identifier yang dideklarasikan di bagian atas dari subprogram Q.

Nama, variabel, nama parameter formal, dan nama subprogram diperhatikan disini. Nama subprogram disini merupakan nama subprogram yang didefinisikan secara lokal di dalam subprogram Q (nested subprogram).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Konsep Sistem Informasi (KSI) Semester 2, (Dosen : Jeje, SKom, MMSI)

PENGENALAN DAN INSTALASI ELEMEN DBASE

A.   Peralatan yang Dibutuhkan
Untuk menjalankan sistem dBASE IV versi 1.5 diperlukan software dan hardware penunjangnya. Tanpa peralatan tsb, maka sistem ini tidak akan bekerja.
Peralatan hardware yang diperlukan berupa:
1.    IBM PC, AT atau kompatibelnya.
2.    Sistem dBASE IV memerlukan 4MB media fixed disk
3.    RAM sebesar 640KB dengan 450KB yang tersisa.

Peralatan software yang dibutuhkan:
1.    Sistem operasi DOS Versi 2.1 ke atas
2.    Jika sistem dBASE IV dijalankan dalam bentuk multi-user pada LAN maka diperlukan Novell Netware V2.2 atau V3.11.

B.   Instalasi Sistem
Instalasi sistem dilakukan dengan cara sbb:
1.    Aktifkan komputer dan software yang bersangkutan
2.    Masukkan disket #1 (Install Disk) pada disk drive A.
3.    Pada saat DOS Prompt, aktifkan disk drive A dengan mengetik A: lalu tekan ENTER.
4.    Ketik INSTALL lalu tekan ENTER untuk mengawali proses instalasi
5.    Pilihan instalasi yang berupa:
a.    QUICK untuk instalasi sistem dengan fasilitas penuh untuk single-user (pemakai tunggal)
b.    FULL untuk instalasi sistem dengan fasilitas penuh untuk single-user atau multi-user
c.    MENU-DRIVEN untuk instalasi sistem dengan memilih fasilitas yang disediakan pada pilihan FULL.
6.    Pilihan MENU-DRIVEN akan memunculkan baris menu sbb:
Install yang berisi pilihan:
a.    Install dBASE IV untuk melanjutkan proses instalasi.
b.    Transfer other files untuk melanjutkan proses instalasi seperti transfer file contoh, file tutorial dsb. Transfer file tersebut merupakan kelanjutan instalasi sistem sebelumnya yaitu untuk pelengkap dari sistem dBASE IV.
c.    Uninstall dBASE IV untuk membatalkan instalasi yang pernah dilakukan.

DOS yang berisi pilihan:
a.    Perform DOS Command untuk melakukan proses DOS dari program instalasi saat itu.
b.    Go to DOS untuk mengaktifkan sistem operasi DOS tanpa perlu mengakhiri proses instalasi. Dari DOS, ketik EXIT lalu tekan ENTER untuk kembali ke proses instalasi.
c.    Set Default drive: directory untuk menentukan lokasi disk drive dan directory yang akan dipakai sebagai sumber proses instalasi.
EXIT untuk keluar dari proses instalasi (membatalkan permintaan untuk instalasi sistem) dan kembali ke DOS.
7.    Jika pilihan Install dBASE IV pada menu install, maka akan menampilkan pilihan berikutnya:
a.    Single-user untuk instalasi sistem dengan pemakai tunggal pada standalone komputer.
b.    Multi-user untuk instalasi sistem dengan pemakai ganda pada LAN.
8.    Berikutnya sistem akan menanyakan lokasi instalasi. Contoh : ketik C:\DBASE
9.    Lalu sistem akan menanyakan lokasi sistem file SQL. Contoh : C:\DBASE\SQLHOME
10. Lalu sistem menanyakan warna tampilan monitor. Tujuannya ialah untuk menentukan jenis monitor yang akan dipakai oleh sistem.
11. Beberapa saat kemudian sistem akan menampilkan bagian pendaftaran software. Isi bagian:
a.    User Name: nama anda
b.    Company Nama: nama perusahaan anda
c.    Serial Number: nomor seri dari software dBASE IV yang anda pakai.
Sesudah mengisi ketiga bagian tersebut, tekan Ctrl-End untuk melanjutkan proses instalasi atau tekan ESC untuk membatalkannya.
12. Setelah proses transfer file, sistem akan meminta anda untuk menukar disket #1 dengan disket #2 (System Disk #1) lalu dengan disket #3 (System Disk #2)
13. Jika sebelumnya anda memilih jenis multi-user, maka anda harus:
a.    Add user untuk menambah pemakai pada lingkungan LAN
b.    Skip untuk melanjutkan proses
Tekan ENTER untuk melanjutkan proses.
14. Selanjutnya anda dapat memilih bagian Transfer Other Files yang ada di menu Install berupa:
a.    Sample files untuk instalasi file contoh dari sistem dBASE IV.
b.    Tutorial files untuk instalasi file petunjuk singkat pemakaian sistem dBASE IV.
c.    DBASE Template Language Toolkit untuk instalasi file kerangka sistem dBASE IV dalam hal ini berupa alat bantu pemrograman sistem.
d.    Autoexec.bat untuk modifikasi file AUTOEXEC.BAT agar siap untuk pemakaian dBASE IV dalam hal pelacakan file di lokasi disk dan directory lokasi sistem berada.
e.    Config.sys untuk modifikasi konfigurasi sistem DOS agar siap untuk memakai sistem dBASE IV.
Pada saat instalasi fasilitas tambahan tersebut, sistem akan meminta anda disket #4 (Sample, Templates & Tutorial Disk)
15. Pilih menu EXIT untuk mengakhiri proses instalasi.

C.   Memakai Sistem
Untuk memakai sistem dBASE IV, pertama aktifkan disk dan directory lokasi sistem ditempatkan. Misalnya, lokasi sistem berada di fixed disk drive C : di directory dBASE. Untuk mengaktifkannya digunakan perintah:
C : ENTER
C\: CD DBASE
Setelah lokasi diaktifkan, ketik DBASE lalu tekan ENTER. Lalu muncul fasilitas Control Center. Untuk keluar dari fasilitas Control Center tersebut, tekan ESC, lalu jawab dengan Y (YES). Maka sistem akan menampilkan titik (dikenal dengan istilah dot prompt) dan cursor (lokasi operator memberi perintah).
Untuk mengakhiri pemakaian sistem dBASE IV, dari dot prompt, ketik QUIT lalu tekan ENTER agar sistem ditutup dengan cara normal.
NOTE:   anda dapat menyingkat semua instruksi dan fungsi menjadi lebih ringkas yaitu hanya dengan memakai empat karakter pertama nama instruksi atau fungsi tersebut. Selain itu dapat ditulis dalam huruf kecil atau huruf besar.
Contoh : CLEAR dapat disingkat menjadi CLEA atau clea
D.   Default Disk dan Directory
Untuk memberitahu sistem lokasi disk yang akan dipakai, gunakan instruksi
set default to
Contoh : SET DEFAULT TO A
E.    dBase Sebagai Utility Program dan Bahasa Program
dBASE adalah salah satu program paket komputer (Sofwawe Package Program) yang dibuat khusus untuk mengolah data dalam jumlah besar (banyak) atau biasa disebut dengan Database Program (Relational Database Management System). Perangkat lunak ini merupakan hasil buah karya dari Wayne Ratiff dipasarkan pertama kali dengan nama dBASE II. Dbase IV mulai dipasarkan pada akhir tahun 1988 diciptakan oleh Ashton-Tate dan merupakan pengembangan dari Dbase II dan dbase III serta dbase III Plus.

dBASE adalah software yang terdiri dari 2 (dua) bagian:
1.    Utility program, adalah paket program yang membantu dalam hal pembentukan file, pengisian data, dan peragaan data yang sudah ada.
2.    Bahasa pemrograman seperti bahasa komputer lainnya.
System requirment, untuk menjalankan dBASE membutuhkan 2 (dua) buah file yaitu dBASE.exe dan dBASE.ovl.

F.    Database
1.   Struktur File Database
Data adalah satu satuan informasi yang akan diolah, dimana sebelum diolah dikumpulkan di dalam suatu file database. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis menurut struktur file database tersebut.

Record adalah data yang isinya merupakan satu kesatuan seperti Nama, Alamat, Nomor Telepon. Setiap keterangan yang mencakup Nama, Alamat dan Nomor Telepon dinamakan satu record. Dan setiap record diberi nomor urut yang disebut nomor record (Record Number). Ukuran suatu file database ditentukan oleh jumlah record yang tersimpan di dalamnya.

Field adalah sub bagian dari Record. Dari contoh isi record diatas maka terdiri dari 3 nama field, yaitu field Nama, field Alamat dan field Nomor Telepon.

Gambar berikut menunjukan sebuah file DataBase 

Rec.No 5

Nama     :           
Alamat   : 
No_Telp : 

Rec.No 4

Nama     :            Monica
Alamat   :  Raw
No_Telp :  1278

Rec.No 3

Nama     :            Eko P
Alamat   :  Rawasari
No_Telp :  123456153

Rec.No 2

Nama     :            Monica
Alamat   : 
No_Telp :  12345678

Rec.No 1
Nama   :     Monica
Alamat :  Rawasari       Selatan
No_Telp :  12345678





Data.DBF
dengan ketentuan :

Nama File                : Data.DBF
Jumlah Record         : 5 buah
Isi Field                   : Nama, Alamat, No_Telp
Data                       : Record No.1
Monica
Rawasari Selatan
12345678



2.   Struktur database
Penekanan pada kegiatan pengolahan data adalah pada kemampuan untuk mengakses data dengan cepat serta efisien dalam penggunaan secondary storage.

a.   Struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
     Hubungan antara data membentuk suatu jenjang seperti pohon. Suatu pohon dibentuk dari beberapa elemen grup data yang berjenjang, disebut dengan node. Node yang paling atas atau level 1 disebut dengan root, tiap node dapat bercabang ke node lain. Satu node hanya mempunyai satu orang tua.

Database terdiri dari beberapa file

b. Struktur data jaringan (network data structure)
Hubungan data sama dengan struktur hirarki, tetapi untuk setiap node bisa mempunyai lebih dari satu orang tua.

c.   Struktur data hubungan (relational data structure)
Data disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari kolom (field) dan baris (record). Hubungan antara record didasarkan pada nilai dari field kunci bukan berdasarkan alamat atau pointer di dalam record seperti pada strutur pohon dan jaringan.

Referensi:


http://hariyanto.staff.jak-stik.ac.id/files/tutorial-dbase-iv.doc




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Konsep Sistem Informasi (KSI) Semester 2, (Dosen : Jeje, SKom, MMSI)

MENU, PROGRAM DAN SUBPROGRAM

1. Pemeliharaan File
Pemeliharaan integritas basis data dalam aplikasi
a.    Sebagai sarana untuk meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data selalu benar, konsisten, selalu tersedia. Dapat dilakukan dengan cara:
1.    Pastikan bahwa nilai-nilai data adalah benar sejak dimasukkan pertama kali
2.    Membuat program untuk mengecek keabsahan data pada saat dimasukkan ke komputer
b.    Penolakan atau pembatalan aksi (cancelation)
c.    Pengisian nilai kosong pada field tertentu (nullify)
d.    Penjalaran perubahan (cascade)
e.    Integritas yang harus dijaga:
1.    Integritas keunikan data, dilakukan melalui:
                                            a.    Pendefinisian struktur tabel dengan membuat indeks primer yang bersifat unik
                                            b.    Pengkodean di dalam aplikasi pada saat pemasukkan atau penambahan data dengan jalan lebih user-friendly
                                            c.    Kedua cara (i) dan (ii) diterapkan bersama-sama
2.    Integritas domain data, dilakukan melalui:
                                            a.    Penetapan tipe data pada setiap field di dalam tabel
                                            b.    Pengisian validation rule dari DBMS
3.    Integritas referensial (relasi antar tabel)
                                            a.    Harus selalu dijaga, karena kesalahan referensial dapat menimbulkan kesalahan baru dalam basis data
                                            b.    Dilakukan pengecekan pada proses penambahan, pengubahan, dan penghapusan data
4.    Integritas aturan nyata
                                            a.    Sifatnya sangat kasuistis, tidak berlaku umum. Pada kasus yang berbeda, aturannya bisa berbeda pula
                                            b.    Untuk mengakomodasi adanya business role ini, dengan menyiapkan tabel khusus yang menampung nilai-nilai konstanta yang dibutuhkan aplikasi pada saat dijalankan yang mudah diubah tanpa mengakibatkan perubahan aplikasi maupun struktur basis data

2.  Program Tambah, Program Ubah, Program Hapus, Program Lihat, dan Program Cetak

Contoh Program Menu
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET MENU OFF
SET DELI ON
SET DELI TO ’[ ]’
PUBLIC BLOK
BLOK = REPLICATE(CHR(177),80)
CLEAR
JUDUL = “PROGRAM ISI DATA MAHASISWA “
DO WHILE .T.
PIL = 0
CLEAR
@2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY JUDUL
@ 4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@ 6,20 SAY “ 1. ISI DATA MAHASISWA”
@ 8,20 SAY “ 2. UBAH DATA MAHASISWA“
@ 10,20 SAY “3. HAPUS DATA MAHASISWA”
@ 12,20 SAY “4. CETAK DATA MAHASISWA”
@ 14,20 SAY “5. SELESAI”
@ 17,20 SAY “PILIHAN ANDA [1-5] : “GET PIL PICT “99”
READ
DO CASE
CASE PIL=1
DO ISIDAT.PRG
CASE PIL=2
DO UBDAT.PRG
CASE PIL=3
DO HPSDAT.PRG
CASE PIL=4
DO CETAK.PRG
CASE PIL=5
CLOSE DATABASE
EXIT
OTHERWISE
@22,20 SAY “ANDA SALAH PILIH, ULANGI !”
SET CONSOLE OFF
WAIT
SET CONSOLE ON
@ 22,20 SAY SPACE(30)
LOOP
ENDCASE
ENDDO

Contoh Program Isi Data
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET DATE BRITISH
USE MAHASISWA INDEX MAHASISWADX
JUDUL1 = “ISI DATA MAHASIWA “
DO WHILE .T.
STORE SPACE(15) TO VNM_SISWA,VALAMAT
STORE SPACE(8) TO VNO_INDUK
STORE SPACE(10) TO VKOTA
STORE CTOD(“ / / “) TO VTGL_LAHIR
CLEAR
@ 2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY JUDUL1
@4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@5,20 SAY “NOMOR INDUK SISWA : “ GET VNO_INDUK ; PICT “XXXXXXXX”
READ
IF VN0_INDUK = SPACE(8)
RETURN
ENDIF
FIND & VNO_INDUK
IF FOUND()
@22,20 SAY “DATA SUDAH ADA, TEKAN ENTER”
SET CONS OFF
WAIT
SET CONS ON
LOOP
ENDIF
@ 7,20 SAY “ NAMA MAHASISWA : “ GET VNM_SISWA PICT “@! ”
@ 9,20 SAY “ TANGGAL LAHIR : “ GET VTGL_LAHIR ; PICT “XX/XX/XX ”
@ 11,20 SAY “ ALAMAT MAHASISWA : “GET VALAMAT PICT “@! ”
@ 13,20 SAY “ KOTA : ” GET VKOTA PICT “@!”
READ
JAWAB = SPACE(2)
@ 17,20 SAY DATA SUDAH BENAR[Y/T] : “ GET JAWAB PICT “@!”
READ
IF JAWAB =”Y”
* MEMESAN DATA BARU
APPEND BLANK
REPLACE NO_INDUK WITH VNO_INDUK
REPLACE NM_SISWA WITH VNM_SISWA
REPLACE TGL_LAHIR WITH VTGL_LAHIR
REPLACE ALAMAT WITH VALAMAT
RELPLACE KOTA WITH KOTA
ENDIF
CLEAR GET
JAWAB2=SPACE(2)
@ 17,20 SAY SPACE(40)
@ 17,20 SAY “INGIN ISI DATA LAGI?[Y/T] : “ GET JAWAB2 PICT “@!”
READ
IF JAWAB2= “T”
EXIT
ENDIF
@ 17,20 SAY SPACE(40)
ENDDO
RETURN

Contoh Program Ubah Data
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET DATE BRITISH
USE MAHASISWA INDEX MAHASISWADX
JUDUL2 = “UBAH DATA MAHASIWA “
DO WHILE .T.
STORE SPACE(15) TO VNM_SISWA,VALAMAT
STORE SPACE(8) TO VNO_INDUK
STORE SPACE(10) TO VKOTA
STORE CTOD(“ / / “) TO VTGL_LAHIR
CLEAR
@ 2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY JUDUL2
@4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@5,20 SAY “NOMOR INDUK SISWA : “ GET VNO_INDUK ; PICT “XXXXXXXX”
READ
IF VN0_INDUK = SPACE(8)
RETURN
ENDIF
FIND & VNO_INDUK
IF .NOT. FOUND()
@22,20 SAY “DATA TIDAK ADA, TEKAN ENTER”
SET CONS OFF
WAIT
SET CONS ON
LOOP
ENDIF
STORE NM_SISWA TO VNM_SISWA
STORE TGL_LAHIR TO VTGL_LAHIR
STORE ALAMAT TO VALAMAT
STORE KOTA TO VKOTA
@ 7,20 SAY “ NAMA MAHASISWA : “ GET VNM_SISWA PICT “@! ”
@ 9,20 SAY “ TANGGAL LAHIR : “ GET VTGL_LAHIR ; PICT “XX/XX/XX ”
@ 11,20 SAY “ ALAMAT MAHASISWA : “GET VALAMAT PICT “@! ”
@ 13,20 SAY “ KOTA : ” GET VKOTA PICT “@!”
READ
JAWAB = SPACE(2)
@ 17,20 SAY DATA SUDAH BENAR[Y/T] : “ GET JAWAB PICT “@!”
READ
IF JAWAB =”Y”
REPLACE NO_INDUK WITH VNO_INDUK
REPLACE NM_SISWA WITH VNM_SISWA
REPLACE TGL_LAHIR WITH VTGL_LAHIR
REPLACE ALAMAT WITH VALAMAT
RELPLACE KOTA WITH KOTA
ENDIF
CLEAR GET
JAWAB2=SPACE(2)
@ 17,20 SAY SPACE(40)
@ 17,20 SAY “INGIN UBAH DATA LAGI?[Y/T] : “ GET JAWAB2 PICT “@!”
READ
IF JAWAB2= “T”
EXIT
ENDIF
@ 17,20 SAY SPACE(40)
ENDDO
RETURN

Contoh Program Hapus Data
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET DATE BRITISH
USE MAHASISWA INDEX MAHASISWADX
JUDUL3 = “HAPUS DATA MAHASIWA “
DO WHILE .T.
STORE SPACE(15) TO VNM_SISWA,VALAMAT
STORE SPACE(8) TO VNO_INDUK
STORE SPACE(10) TO VKOTA
STORE CTOD(“ / / “) TO VTGL_LAHIR
CLEAR
@ 2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY JUDUL2
@4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@5,20 SAY “NOMOR INDUK SISWA : “ GET VNO_INDUK ; PICT “XXXXXXXX”
READ
IF VN0_INDUK = SPACE(8)
RETURN
ENDIF
FIND & VNO_INDUK
IF .NOT. FOUND()
@22,20 SAY “DATA TIDAK ADA, TEKAN ENTER”
SET CONS OFF
WAIT
SET CONS ON
LOOP
ENDIF
STORE NM_SISWA TO VNM_SISWA
STORE TGL_LAHIR TO VTGL_LAHIR
STORE ALAMAT TO VALAMAT
STORE KOTA TO VKOTA
@ 7,20 SAY “ NAMA MAHASISWA : “ GET VNM_SISWA PICT “@! ”
@ 9,20 SAY “ TANGGAL LAHIR : “ GET VTGL_LAHIR ; PICT “XX/XX/XX ”
@ 11,20 SAY “ ALAMAT MAHASISWA : “GET VALAMAT PICT “@! ”
@ 13,20 SAY “ KOTA : ” GET VKOTA PICT “@!”
CLEAR GET
JAWAB = SPACE(2)
@ 17,20 SAY DATA AKAN DIHAPUS[Y/T] : “ GET JAWAB PICT “@!”
READ
IF JAWAB =”Y”
DELETE
ENDIF
CLEAR GET
JAWAB2=SPACE(2)
@ 17,20 SAY SPACE(40)
@ 17,20 SAY “INGIN HAPUS DATA LAGI?[Y/T] : “ GET JAWAB2 PICT “@!”
READ
IF JAWAB2= “T”
PACK
EXIT
ENDIF
@ 17,20 SAY SPACE(40)
ENDDO
RETURN



Contoh Program Cetak Data
Program:
SET TALK OFF
SET STATUS OFF
SET DATE BRITISH
USE MAHASISWA INDEX MAHASISWADX
GO TOP
JUDUL4= “CETAK DATA MAHASIWA “
GARIS = REPLICATE(“-“,80)
CLEAR
DO WHILE .T.
@ 2,(80-LEN(JUDUL))/2 SAY JUDUL4
@ 4,0 SAY BLOK
@ 23,0 SAY BLOK
@ 6,0 SAY GARIS
@ 7,0 SAY “NOMOR NAMA TANGGAL ALAMAT KOTA”
@ 8,0 SAY “INDUK SISWA LAHIR”
@ 9,0 SAY GARIS
BARIS=10
@ BARIS,3 SAY NO INDUK PICT “XXXXXXXX”
@ BARIS,13 SAY TRIM(NM_SISWA) PICT “@!”
@ BARIS,28 SAY TGL_LAHIR PICT “XX/XX/XX”
@ BARIS,40 SAY TRIM(ALAMAT) PICT “@!”
@ BARIS,61SAY TRIM(KOTA) PICT “@!”
SKIP
IF EOF()
EXIT
ENDIF
BARIS = BARIS + 1
ENDDO
@ BARIS+1,0 SAY GARIS
@ BARIS+2,30 SAY “DATA HABIS”
SET CONS OFF
WAIT
EXIT
ENDDO
RETURN

OUTPUT :
1. ISI DATA MAHASISWA
2. UBAH DATA MAHASISWA
3. HAPUS DATA MAHASISWA
4. CETAK DATA MAHASISWA

PILIHAN ANDA[1-5] :



Referensi:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS