Nazmah Farhana
15112273
3KA26
Laras Bahasa dan Ragam Bahasa
Pengertian Laras Bahasa
Laras bahasa (bahasa Inggris: register)
adalah ragam bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau
pada konteks sosial tertentu. Banyak sekali laras bahasa yang dapat
diidentifikasi tanpa batasan yang jelas di antara mereka. Definisi dan
kategorisasi laras bahasa pun berbeda antara para ahli linguistik. Salah satu
model pembagian laras bahasa yang paling terkemuka diajukan oleh Joos (1961)
yang membagi lima laras bahasa menurut derajat keformalannya, yaitu (1) beku (frozen),
(2) resmi (formal), (3) konsultatif (consultative), (4) santai (casual),
dan (5) akrab (intimate).
Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian,
yang berbeda-beda
menurut
topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara,
orang yang
dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990).
Ragam bahasa
yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik
(mempunyai
prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam
karya ilmiah
(karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau
di dalam
surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau
ragam bahasa
resmi
.
Selain itu,
Moeliono (1988, dalam Abidin, 2010:1) juga membagi ragam bahasa menurut
sarananya menjadi ragam lisan dan ragam tulis.
- Ragam lisan yaitu ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan yang terikat oleh kondisi, ruang dan waktu sehingga situasi saat pengungkapan dapat membantu pemahaman pendengar.
- Ragam tulis adalah ragam bahasa yang dipergunakan melalui media tulis, yang tidak terikat oleh ruang dan waktu.
Penggunaan kedua ragam bahasa ini juga umumnya berbeda. Penggunaan ragam bahasa lisan mempunyai keuntungan, yaitu karena ragam bahasa lisan digunakan dengan hadirnya lawan bicara, serta sering dibantu dengan mimik, gerak gerik anggota tubuh, dan intonasi ucapan. Sedangkan dalam bahasa tulis, mimik, gerak gerik anggota tubuh, dan intonasi tidak mungkin diwujudkan.
Macam-macam
Ragam Bahasa
Dapat dibagi 3 berdasarkan media, cara pandang penutur
dan topik pembicaraan.
1. Ragam
bahasa berdasarkan media
a.
Ragam bahasa Media (Lisan)
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi
pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun hal itu
tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian ketepatan dalam pilihan
kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam struktur
kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan
kondisi pembicara menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang
disampaikan secara lisan.
Pembicara lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan
kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau
santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa itu tidak bisa disebut ragam
bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan. Oleh karena itu, bahasa
yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukan cir-ciri ragam tulis,
walaupun direalisasikan dengan tulisan, ragam bahasa serupa itu tidak
dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing adapun ciri
dari keduanya:
Ciri-ciri ragam lisan:
·
Memerlukan orang kedua/teman bicara.
·
Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
·
Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
·
Berlangsung cepat
b.Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna
kalimat yang diungkapkan nya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga
kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalomat. Oleh karrena itu, penggunaan
ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata,
penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk katadan struktur kalimat, serta
kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
Ciri-ciri
ragam tulis:
1.
Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
2. Tidak tergantung
kondisi, situasi & ruang serta waktu;
3.
Harus memperhatikan unsur gramatikal;
4. Berlangsung
lambat;
5.
Selalu memakai alat bantu;
6.
Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
7. Tidak
dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda
baca.
Contohnya: “Saya sudah
membaca buku itu”.
Perbedaan antara ragam lisan dan tulisan (berdasarkan
tata bahasa dan kosa kata ) :
Tata Bahasa :
a. Ragam Bahasa
lisan
1) Nia sedang baca surat
kabar.
2) Ari mau nulis surat.
3) Tapi kau tak boleh menolak
lamaran itu.
b. Ragam bahasa tulisan.
1)
Nia sedang membaca surat kabar.
2)
Ari mau menulis surat.
3)
Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.
Kosa kata :
a. Ragam bahasa
lisan
1)
Ariani bilang kalau kita harus belajar.
2)
Kita harus bikin karya tulis.
3)
Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak
b. Ragam bahasa tulisan
1)
Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar.
2)
Kita harus membuat karya tulis.
3)
Rasanya masih telalu muda bagi saya, Pak.
2.Ragam
bahasa Indonesia dari cara pandang penutur.Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa
indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam
tak resmi.
Contoh:
Ragam dialek : “Gue udah baca
itu buku ”
Ragam terpelajar : “Saya sudah membaca buku itu”
Ragam resmi :
“Saya sudah mmbaca buku itu”
Ragam tak resmi : “Saya sudah baca buku itu”
3.Ragam
bahasa Indonesia menurut topik pembicaraan.Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri
dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial,
ragam kedokteran dan ragam sastra.
Ragam hukum : Dia dihukum karena
melakukan tindak pidana.
Ragam bisnis : Setiap
pembelian diatas nilai tertentu akan diberikan diskon.
Ragam sastra : Cerita
itu menggunakan Flashback.
Ragam kedokteran: Anak itu menderita penyakit
kuorsior
Bahasa Sebagai Alat Control Sosial
Bahasa menurut Gorys Keraf (1997 : 1) merupakan alat komunikasi antara anggota
masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Sebagai alat
kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada
diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi,
maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku
instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol
sosial.
Contoh lain bahasa sebagai alat kontrol
sosial, yaitu :
Ceramah Agama
Dakwah
Orasi Ilmiah
Diskusi
Talk Show
Sumber :










0 komentar:
Posting Komentar