KEHILANGAN
Ketika pagi
tiba...
Kubuka mata
ini, namun tiada kulihat lagi sosok itu di setiap pagiku...
Sosok lembut
yang biasanya selalu kulihat setiap hari.
Sosok yang
selalu bersamaku 20 tahun lamanya
Sosok yang
selalu menjadi motivasiku
Sosok yang menyemangatkanku
Sosok yang
menguatkanku
Sosok yang mampu
membuatku tetap merasa tenang walau hati gelisah
Sosok yang
seperti pelangi untukku, yang memberi warna setiap hari-hariku
Ketika langkah
kaki yang selalu ringan ini, kini terasa sangat berat.
Sejak
kepulangannya ke pangkuan ilahi Rabbi..
Aku merasa
sangat rapuh
Semangatku
seolah runtuh
Dunia seolah
berakhir seketika...
Ketika aku
tersadar bahwa inilah hidupku sekarang tanpa beliau disisiku
Tiada pernah
kudengar lagi canda tawanya
Tiada pernah
kudengar lagi nasehat-nasehatnya
Tiada pernah
kudengar lagi do’a-do’a indahnya yang selalu terselip namaku.
Kini, hanya
tinggal kenangan yang menghiasi hari-hariku,
Kenangan indah
bersamanya yang melekat kuat dalam benakku
Sepi...
Sepi tanpanya
kujalani hari-hariku
Sakit...
Sakit rasanya
ketika aku benar-benar merasa kehilangan, hingga pada akhirnya aku mengerti
arti kehilangan yang sebenarnya.
Sesak...
Sesak rasanya
setiap kali menahan butir-butir air mata ini ketika kuingat dirinya.
Ketika aku tak
dapat menahan rinduku padanya
Aku rindu...
Rindu
memanggilnya mamah
Rindu memeluk
dan menciumnya
Rindu
menemaninya kemanapun ia mau
Rindu dengan
omelan-omelan kecilnya
Aku rindu
segala tentangnya...
Namun, kini
hanya tinggal kenangan yang tersisa untuk mengobati rindu itu.










0 komentar:
Posting Komentar