Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tugas TOU2 Minggu ke-2



Halo teman-teman, kali ini saya akan memposting tugas Teori Organisasi Umum2 mengenai “contoh pengambilan keputusan yang paling berat terjadi dalam hidup anda!”
Mungkin mengenai pilihan universitas saja kali ya, jadi begini...
Setelah lulus SMA saya bingung mau mencoba di universitas mana. Saya ingin mencoba snmptn, namun ternyata almh mamah saya menyarankan supaya saya masuk Universitas Gunadarma. Karena apakah almh mamah saya menyarankan kuliah di Universitas Gunadarma?
Karena, beliau tidak ingin kalau saya kuliah jauh-jauh apalagi sampai harus ngekos. Beliau ingin saya kuliah di universitas yang terjangkau naik angkot dan tidak begitu jauh dari rumah. Kemudian katanya kampus yang disarankan mamah itu bagus dalam bidang ITnya, sehingga mamah saya semakin mantap untuk menguliahkan saya di Gunadarma. Sehingga saya harus memutuskan, oke! Saya akan menuruti permintaan mamah saya. Karena saya yakin apa yang dikatakan orang tua itu tidak pernah salah. Apalagi seorang ibu. Dan setiap orang tua itu pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Jadi saya meyakinkan diri saya. Ketika teman-teman yang lain mencoba snmptn dan lolos pada universitas yang mereka inginkan. Bisa dikatakan itu merupakan keputusan yang cukup berat karena harus memilih apa kata hati dan diri sendiri atau kata mamah. Namun pada akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di Universitas Gunadarma, tidak dengan terpaksa juga saya masuk kampus tersebut. Saya jalani saja dengan sebaik mungkin karena itu adalah saran dan permintaan dari mamah, orang yang sangat saya sayangi. Sedikit bercerita lagi, yang kedua itu ketika saya mendapat undangan program studi Sarmag. Pertama dapat undangan, seneng pastinya. Hingga saya mengikuti step by step testnya. Dari mulai test toefl, hingga interview. Setelah tes, masih harus menunggu hasil kan pastinya. Pokoknya dari awal saya selalu cerita sama mamah mengenai undangannya, apa itu Sarmag, bagaimana testnya, dsb...
Akupun bilang, jika pada akhirnya aku lolos, maka kuliah aku sudah tidak di kalimalang lagi kan kuliahnya. Tapi di Simatupang. Dan itu pasti ngekos. Karena aku tidak bisa kalau harus pulang pergi. Fisik aku pun tidak mumpuni sepertinya.
Namun, setelah mamah mendengar ceritaku, saya pun memaklumi. Karena memang yang paling dekat dengan mamah itu saya, karena anak bungs. Dan kakak-kakak saya sudah pada menikah. Seketika saya mendengar itu saya jadi apa yaa...
Dapat dikatakan jadi kepikiran. Pasti terpikir jauh-jauh hari dong, seandainya lolos tes apa mau diambil atau tidak. Kalau seandainya saya lolos, namun tidak diambil, kan berat juga. Kalo diambil lebih berat lagi. Sedangkan mamah sudah berkata seperti itu. Memang saya merasa berat sekali kalau harus pisah dengan mamah. Karena kondisinya kan mamah juga sakit-sakitan.
Maka saya berdoa memohon padaNYA agar diberikan yang terbaik. Saya selalu memikirkan kalau saya lolos mau tetap diambil atau tidak. Saya pun meminta pendapat teman-teman terdekat saya. Dengan berbagai masukan dari mereka...
Hingga pada akhirnya... setelah menunggu kurang lebih 1 mingguan saya tidak mendapat kabar lagi, namun 3 teman saya lolos. Sudah dapat dipastikan berarti saya tidak lolos. Entah mengapa tidak ada perasaan yang terlalu nyesek, saya merasanya biasa saja. Saya menganggap, mungkin inilah jawaban dari doa saya. Jadi saya bersyukur sangat-sangat bersyukur karena tidak lolos, sehingga saya memiliki banyak waktu untuk mamah saya, merawatnya ketika sakit hingga pada akhirnya mamah saya dipanggil oleh Allah pada 15 Januari 2014 lalu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar